Saturday, December 21, 2013

Struktur Komunitas Karang Keras dan Sebarannya

Struktur Komunitas Karang Keras dan Sebarannya -Komunitas karang keras yang berada pada terumbu karang di dunia sangatlah bervariasi . Jumlah total dari seluruh taksa mendekati 800 spesies yang terbagi ke dalam 110 genera. Karang keras Scleractinia hidup di perairan yang hangat pada daerah dimana suhu perairan tidak turun di bawah 18-19 derajat Celcius pada musim dingin, dan dapat ditemukan sampai dengan 80-100 meter, dibatasi oleh cahaya atas kebutuhan mereka sebagai hewan simbiotik. Komposisi dari fauna Scleractinia dan juga tingkat keanekaragamannya bervariasi di daerah serta kawasan terumbu karang. Total jumlah genera mencapai maksimum pada kawasan Indonesia-Filipina-Australia utara, dimana ditemukan lebih dari 70 genera, dengan total jumlah berkisar antara 25-350 spesies. (Porter, 1972 dan Veron, 1986). Selanjutnya dikatakan kenekaragaman fauna Scleractinia yang terendah didapatkan pada karang-karang basin Atlantik dengan hanya 20 genera. 

Suharsono (1996) mengatakan bahwa distribusi horizontal karang di dunia dibatasi oleh lintang, sedangkan distribusi vertikalnya dibatasi oleh faktor kedalaman. Pertumbuhan, penutupan dan kecepatan tumbuh karang berkurang secara eksponensial dengan kedalaman. Faktor utama yang mempengaruhi sebaran vertikal karang adalah intensitas cahaya, oksigen, suhu dan kecerahan air. Distribusi spasial dari taksa karang-karang pada biotop dasar karang dapat dianggap sebagai refleksi yang statis dari struktur komunitas mereka, sebab hal tersebut merupakan hasil dari proses stokhastik rekruitmen, pertumbuhan dan survival dari individu karang, dan dari hubungan sosio-ekologi yang umum dari populasi yang spesifik, di antara mereka dan lingkungan dengan baik. Selanjutnya dijelaskan beberapa faktor yang mengontrol distribusi spasial dari karang adalah; (1) tingkat pengaruh dari parameter yang menyebabkan pengaruh fisik, seperti gelombang, arus, tinggi pasang surut, konsentrasi nutrien, kecerahan dan kekeruhan air; (2) faktor sosial: formasi monospesifik, interspesifik atau kelompok yang reproduksinya biseksual; (3) hubungan interorganisme: komensalisme, simbiosis, antagonis, predatorisme; (4) berbagai kejadian yang ekstrim dan stokhastik seperti, badai, banjir, wabah Acanthaster; dan (5) penyebab antropogenik. 

Pada ekosistem terumbu karang, apakah terumbu karang itu termasuk tipe fringing reef, barrier reef atau atoll, pada dasarnya dapat dijumpai 3 macam bentuk permukaan dasar, yaitu: bentuk permukaan dasar yang mendatar di tempat dangkal yang disebut dengan istilah rataan terumbu (reef flat), bentuk permukaan dasar yang miring ke arah tempat yang lebih dalam yang disebut lereng terumbu (reef slope), di sini dapat landai atau curam; dan bentuk permukaan dasar yang mendatar di tempat yang lebih dalam yang disebut goba (lagoon floor) atau teras dasar (sub-marine terrace) (Sukarno, 2001). Perubahan struktur komunitas secara vertikal berdasarkan mintakat terumbu, mulai dari daerah dasar laguna hingga ke daerah rataan terumbu (flat) yang lebih dangkal. 

Genus Porites dan Acropora adalah jenis karang yang ditemukan tumbuh dominan di luar tepian terumbu, sedangkan jenis Montipora dan Acropora ditemukan dominan di reef crest dan reef slope pada daerah yang terlindung. Kondisi karang di daerah laguna, umumnya sama dengan kondisi karang yang terdapat di bagian luar, namun dengan koloni yang lebih besar dan mudah pecah (rapuh), sedangkan pada daerah reef flat biasa ditumbuhi padang lamun dan algae yang didominasi oleh Thallasia sp. (Salm et al., 1982 dan EMDI Project, 1993). 

Pola penyebaran biota karang pada terumbu karang Indo-Pasifik secara umum hampir sama. Pada daerah dimana energi gelombang paling besar diterima oleh terumbu dan kondisi turbulen besar, didominasi oleh Pocillopora spp, yang berasosiasi dengan karang api Millepora sp. Pada lereng terumbu paling luar dimana pergerkan air kecil, kecepatan dan pergerakan arus berkurang, didominasi oleh Acropora spp, dengan beberapa Pocillopora dan Millepora sebagai selingan. Bentuk utama Acropora yang mendominasi daerah ini yaitu bentuk seperti meja (tabulate) dan bercabang (branching). Pada daerah rataan terumbu, daerah antara permukaan terumbu dan pantai yang merupakan daerah yang tenang, Porites merupakan jenis karang yang paling banyak terdapat dan biasanya berasosiasi dengan Pavona atau Acropora bila terdapat pergerakan air.

Demikian tulisan tentang Struktur Komunitas Karang Keras dan Sebarannya, semoga bermanfaat untuk kita semua. Dapatkan tulisan menarik lainnya SEPUTAR DUNIA LAUT hanya di http://seputar-dunialaut.blogspot.com/



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 6:15 AM and have 0 komentar

No comments:

Post a Comment